AI Buatan Indonesia Sudah Sampai Mana? Intip 9 Inovasi Telkomsel di Bali Tech Week
Telkomsel memamerkan sembilan produk AI buatan lokal di Bali Tech Week 2026, dari pendeteksi scam hingga asisten bisnis. Apa saja, dan mana yang relevan untuk Anda?
2026-10-235 menit bacaTim Miniweb
Sembilan Produk, Satu Pertanyaan: Apakah Ini Berguna?
Pada 19 hingga 23 Oktober 2026, Bali Tech Week 2026 mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, dan komunitas teknologi di Sanur. Telkomsel hadir membawa sembilan produk dan layanan berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan secara lokal di Indonesia.
Pameran ini bukan peluncuran komersial. Telkomsel secara eksplisit menyebutkan bahwa kesembilan produk dibawa untuk memperoleh masukan pengguna dan mengeksplorasi kemungkinan penerapan sebelum tahap pengembangan berikutnya. Artinya, sebagian mungkin sudah bisa Anda pakai, sebagian masih dalam tahap uji.
Namun daftarnya menarik untuk dicermati. Bukan karena teknologinya canggih, tetapi karena sembilan produk itu menyasar masalah yang sangat konkret: penipuan telepon, akses AI yang rumit, pembelajaran matematika, dan operasional bisnis.
Keamanan Digital: SISCAMLING
Produk pertama yang paling relevan bagi pengguna Telkomsel adalah SISCAMLING (Sistem Cegah Scam Keliling). Layanan ini menggunakan AI untuk menganalisis pola komunikasi dan memberikan peringatan saat menerima panggilan yang berpotensi spam atau scam.
Fitur utamanya mencakup peringatan panggilan mencurigakan secara real-time, pemblokiran otomatis SMS yang terindikasi mencurigakan, serta pengecekan nomor tak dikenal melalui aplikasi MyTelkomsel . Layanan dasar ini aktif otomatis selama perangkat dan nomor terhubung ke jaringan VoLTE, tanpa biaya tambahan.
Ada juga versi Pro dengan biaya Rp3.500 per bulan yang memberikan kontrol lebih luas atas pemblokiran dan pemeriksaan nomor. Bagi pelanggan Telkomsel yang sering menerima panggilan tidak dikenal, fitur ini layak diperiksa di MyTelkomsel.
Catatan
SISCAMLING bukan jaminan mutlak. Telkomsel tetap mengingatkan pelanggan untuk tidak membagikan kode OTP, PIN, atau data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan instansi tertentu.
Akses AI: Token OCTA dan Adelia
Dua produk ini menyasar masalah yang berbeda: bagaimana membuat AI lebih mudah diakses dalam keseharian.
Token AI OCTA (One Core, a Thousand AI-bilities) mendemonstrasikan mekanisme akses berbagai layanan AI melalui satu pintu. Sementara Adelia (Admirable Daily AI for Indonesian) dikembangkan sebagai mesin pencari dan asisten berbasis AI untuk membantu pengguna menemukan informasi dan menyelesaikan kebutuhan sehari-hari.
Keduanya masih dalam tahap showcase. Belum ada informasi harga atau ketersediaan umum. Namun arahnya jelas: Telkomsel ingin memposisikan diri sebagai gerbang tunggal bagi pengguna yang ingin memakai AI tanpa harus berlangganan banyak layanan terpisah.
Pendidikan: Sacred Octagon
Ini produk yang paling konkret dampaknya. Sacred Octagon adalah platform pembelajaran matematika berbasis permainan yang didukung AI dan mengadaptasi metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang dikembangkan bersama Prof. Yohanes Surya.
Metode GASING sendiri sudah diuji. Berdasarkan pelatihan di Bali, pemahaman numerasi peserta meningkat dari skor rata-rata 30 menjadi 80 setelah 15 hari pelatihan. Angka ini menjadi dasar pengembangan aplikasi Sacred Octagon.
Yang menarik, produk ini sudah tersedia secara komersial melalui paket bundling Telkomsel x Sacred Octagon di MyTelkomsel, dengan harga mulai dari Rp12.500 untuk akses tiga hari hingga Rp500.000 untuk akses setahun . Bagi orang tua yang ingin anaknya berlatih matematika dengan pendekatan yang lebih ramah, ini adalah opsi yang sudah bisa dicoba sekarang.
30 → 80
Peningkatan skor numerasi
Rata-rata peserta pelatihan GASING di Bali setelah 15 hari
Bisnis: OCTA Enterprise dan AUREL
Untuk pelaku usaha, Telkomsel memamerkan dua produk yang relevan.
OCTA Enterprise adalah platform yang dirancang sebagai gateway tunggal bagi perusahaan yang ingin mengakses dan mengelola berbagai kemampuan AI dari satu tempat. Tujuannya mengurangi kerumitan ketika perusahaan perlu menggunakan beberapa layanan AI untuk kebutuhan berbeda.
AUREL (Advanced Ubiquitous Reporting for Executive Intelligence) adalah asisten AI untuk operasional bisnis. Melalui aplikasi perpesanan atau sistem kerja perusahaan, AUREL memberikan jawaban, ringkasan harian, dan wawasan yang bisa ditindaklanjuti untuk mendukung pengambilan keputusan.
Di dalam AUREL terdapat contoh penggunaan seperti SAVIA, solusi layanan pelanggan berbasis AI yang mengotomatisasi interaksi panggilan bisnis (customer service, telemarketing, penagihan, pengingat pembayaran), serta AI Video Analytics yang membaca dan mengolah informasi dari rekaman video.
Keduanya masih dalam tahap showcase. Bagi bisnis yang tertarik, langkah paling masuk akal adalah memantau ketersediaan dan mencoba versi uji jika Telkomsel membukanya.
Konektivitas dan Retail: IndiHome Aura, AURA, Solution Hub
Tiga produk terakhir menyentuh sisi infrastruktur dan ritel.
IndiHome Aura menggabungkan konektivitas rumah dengan IoT dan eksplorasi energi surya, memperlihatkan kemungkinan pengelolaan energi dan konektivitas yang lebih terintegrasi untuk rumah tangga digital.
AURA (Advanced Unified Retail Access) adalah solusi Wi-Fi pintar untuk pelaku usaha. Selain konektivitas, AURA memungkinkan bisnis berinteraksi dengan pelanggan melalui portal Wi-Fi yang dapat disesuaikan, kampanye promosi, voucher, dan analitik pelanggan untuk mendukung aktivitas pemasaran.
Solution Hub adalah platform showcase interaktif yang memungkinkan pelanggan B2B menjelajahi solusi bisnis melalui visualisasi, wawasan industri, dan portofolio solusi yang relevan.
Apa Artinya bagi Anda
Dari sembilan produk, tiga sudah bisa diakses atau diuji coba: SISCAMLING (aktif otomatis untuk pengguna VoLTE), Sacred Octagon (tersedia via MyTelkomsel), dan sebagian fitur AURA untuk pelaku usaha. Sisanya masih dalam tahap eksplorasi.
Yang patut dicatat, Telkomsel secara konsisten menyebut produk-produk ini sebagai "dikembangkan secara lokal di Indonesia". Klaim kedaulatan digital ini perlu diuji seiring waktu: apakah produknya benar-benar dibangun dan dirawat di dalam negeri, atau hanya dipasang merek lokal di atas teknologi asing. Untuk saat ini, sembilan produk itu setidaknya menunjukkan bahwa Telkomsel serius membangun portofolio AI yang menyentuh kebutuhan sehari-hari, bukan sekadar demo teknologi.
Tips
Jika Anda pengguna Telkomsel, periksa menu SISCAMLING di MyTelkomsel. Layanan dasar aktif otomatis tanpa biaya, dan fitur pengecekan nomor bisa langsung dipakai untuk memverifikasi panggilan yang mencurigakan.
Langkah berikutnya sederhana: buka MyTelkomsel, lihat apakah SISCAMLING sudah aktif di perangkat Anda, dan jika memiliki anak usia sekolah, pertimbangkan apakah paket Sacred Octagon sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Sisanya, pantau saja perkembangannya.