Alumnus ITB Bangun Reka AI, Unicorn AI Multimodal yang Kini Masuk Jejaring Endeavor

Dani Yogatama, pendiri Reka AI, terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia ke-120. Perusahaannya bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS dengan teknologi AI multimodal.

2026-10-244 menit bacaTim Miniweb

Alumnus ITB Bangun Reka AI, Unicorn AI Multimodal yang Kini Masuk Jejaring Endeavor

Dari Bandung ke Panggung AI Global

Dani Yogatama, alumnus Institut Teknologi Bandung, terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur Indonesia ke-120 melalui seleksi internasional di Montreal, Kanada, pada September 2026. Pencapaian ini bukan sekadar pengakuan atas rekam jejak pribadi, melainkan penanda bahwa talenta Indonesia dapat membangun perusahaan teknologi pada lapisan paling dasar, bukan hanya menjadi pengguna akhir.

Reka AI, perusahaan yang didirikan Dani pada 2022, mengembangkan model kecerdasan buatan multimodal yang mampu memproses teks, gambar, audio, dan video dalam satu sistem. Pada 2025, perusahaan ini memperoleh pendanaan 110 juta dolar AS dari NVIDIA dan Snowflake, mengantarkan valuasinya melampaui 1 miliar dolar AS.

Apa Itu Reka AI

Reka bukan perusahaan yang sekadar membungkus API model pihak ketiga menjadi produk jadi. Perusahaan ini membangun model fondasi sendiri, yang dalam industri AI disebut foundation model. Posisi ini menempatkan Reka pada lapisan yang lebih dalam dari rantai nilai AI.

Produk utamanya adalah Reka Flash, model multimodal dengan 21 miliar parameter yang dirancang memahami teks, gambar, audio, dan video dalam satu sistem. Ada pula Reka Vision untuk pencarian dan analisis berbasis data visual, serta Reka Research yang membantu menjawab pertanyaan kompleks melalui penelusuran informasi dari web dan dokumen.

Yang membedakan Reka dari banyak perusahaan AI lain adalah perhatian pada efisiensi. Reka Quant dikembangkan untuk mengurangi kebutuhan komputasi ketika model diterapkan dalam kegiatan bisnis. Dalam industri di mana biaya inferensi sering menjadi penghalang adopsi, efisiensi bukan fitur tambahan, melainkan syarat agar teknologi dapat digunakan secara luas.

1 M+

Valuasi Reka AI

Dalam dolar AS, setelah pendanaan 110 juta dolar dari NVIDIA dan Snowflake

Mengapa Endeavor Penting

Endeavor adalah jaringan kewirausahaan global yang menghubungkan pendiri perusahaan berpotensi tinggi dengan mentor, investor, dan mitra bisnis lintas negara. Seleksinya tidak singkat: proses berlangsung 12 hingga 18 bulan, dengan tahap akhir berupa wawancara intensif bersama panelis bisnis internasional.

Bagi Reka, manfaat utamanya bukan sekadar label. Dani menyebut bahwa duduk bersama pendiri dan operator berpengalaman membantunya menajamkan asumsi tentang apa yang dibutuhkan untuk membawa Reka ke skala operasional berikutnya. Dalam fase pertumbuhan setelah mencapai status unicorn, akses terhadap pengalaman orang yang sudah melewati tahap serupa memiliki nilai praktis.

Monika Rudijono, Managing Director Endeavor Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta AI kelas dunia. Yang selama ini kurang adalah jalur bagi talenta tersebut untuk membangun perusahaan global dan tetap terhubung ke ekosistem asalnya.

Yang Bisa Dipelajari Pemilik Usaha Kecil

Bagi pembaca Miniweb yang menjalankan usaha kecil atau toko online, kisah Reka mungkin terasa jauh dari skala operasional sehari-hari. Namun ada beberapa pelajaran yang tetap relevan.

Pertama, efisiensi bukan opsional. Reka bersaing dengan perusahaan AI raksasa dengan menekankan model yang efisien secara komputasi. Dalam skala kecil, prinsip yang sama berlaku: sistem yang ringan dan biaya operasional yang terkendali lebih berkelanjutan daripada solusi mahal yang tidak terpakai sepenuhnya.

Kedua, jaringan tetap bernilai. Endeavor membantu Reka membuka pintu ke mitra dan penasihat yang tepat. Untuk usaha kecil, jaringan tidak selalu berarti organisasi formal. Komunitas pengusaha lokal, grup diskusi industri, atau hubungan dengan pemasok dan mitra distribusi dapat membuka peluang yang tidak terlihat dari dalam.

Ketiga, AI multimodal mulai relevan untuk operasional. Pencarian produk berbasis gambar, analisis foto pelanggan, atau pemrosesan dokumen secara otomatis adalah contoh kemampuan yang dibangun di atas model seperti yang dikembangkan Reka. Teknologi ini belum tentu langsung terjangkau, tetapi arahnya jelas: interaksi dengan sistem digital semakin tidak terbatas pada teks.

Siapa Dani Yogatama

Dani meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung, melanjutkan studi di University of Tokyo melalui beasiswa Monbukagakusho, dan meraih gelar PhD dari School of Computer Science, Carnegie Mellon University.

Sebelum mendirikan Reka, ia bekerja di Baidu Silicon Valley AI Lab dan menghabiskan sekitar enam tahun sebagai Senior Staff Research Scientist di Google DeepMind, London.

Yang Masih Harus Dibuktikan

Valuasi 1 miliar dolar AS adalah tonggak, bukan garis akhir. Tantangan berikutnya bagi Reka adalah mengubah teknologi dan dukungan investor menjadi penggunaan komersial yang berkelanjutan, kemitraan, dan pertumbuhan pendapatan.

Dalam wawancara, Dani menyatakan fokus perusahaannya tetap pada pengembangan teknologi AI frontier untuk pasar global, sambil berharap dapat berkontribusi kembali kepada komunitas pendiri dan mendukung generasi berikutnya dari perusahaan deep-tech.

Bagi ekosistem Indonesia, terpilihnya Dani memperluas representasi sektor teknologi dalam jejaring Endeavor, yang sebelumnya didominasi oleh konsumen, teknologi finansial, dan logistik. Apakah ini akan diikuti oleh lebih banyak pendiri Indonesia di lapisan foundation model, masih menjadi pertanyaan terbuka. Tetapi satu jalur sudah terbukti bisa dilalui.

Baca liputan lengkap tentang Reka AI

Laporan ANTARA tentang Dani Yogatama dan jejaring Endeavor menyediakan konteks lebih luas tentang perjalanan Reka.

Buka berita ANTARA

Kembali ke indeks blog