GMO Internet Group Dibobol, Data Pelanggan Disebar Setelah Tebusan 100 Juta Dolar Ditolak

GMO menolak membayar tebusan dan memilih bekerja sama dengan polisi. Peretas mulai menyebar data pelanggan satu per satu setiap hari, dan korban melaporkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

2026-10-274 menit bacaTim Miniweb

GMO Internet Group Dibobol, Data Pelanggan Disebar Setelah Tebusan 100 Juta Dolar Ditolak

Tebusan Ditolak, Data Mulai Disebar

GMO Internet Group, perusahaan internet Jepang yang juga beroperasi di bidang layanan keuangan digital, menegaskan tidak akan membayar tebusan yang diminta kelompok peretas. Konsekuensinya, data pelanggan mulai dipublikasikan secara bertahap.

Peretas menuntut 1 juta dolar AS (sekitar Rp16 miliar) dengan tenggat Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 12.00 waktu Jepang. Setelah GMO menolak, peretas merilis data yang diklaim milik seorang pelanggan, mencakup nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, hingga riwayat situs web yang dikunjungi.

Peretas menyatakan akan terus merilis data pelanggan setiap hari pada pukul 12.00 hingga tuntutan mereka dipenuhi. GMO menyatakan masih memverifikasi keaslian data yang dipublikasikan dan mengimbau publik tidak mengakses atau menyebarkan tautan tersebut.

26.739

Server berpotensi terdampak

Infrastruktur Onamae Desktop Cloud yang digunakan untuk trading forex

Kronologi Serangan

Gangguan pertama kali terdeteksi pada 20 Oktober 2026. GMO menemukan bahwa pihak tidak berwenang telah memasang malware di lingkungan server pelanggan pada layanan Onamae Desktop Cloud, sebuah platform Virtual Private Server (VPS) yang banyak digunakan trader forex untuk menjalankan perangkat lunak trading otomatis sepanjang waktu.

GMO kemudian mematikan layanan secara bertahap mulai 21 Oktober pukul 04.00 waktu setempat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Sebanyak 26.739 server diidentifikasi berpotensi terdampak.

Beberapa pelanggan melaporkan transaksi tidak sah di akun trading mereka. Seorang pelanggan perempuan melaporkan kehilangan sekitar 1,8 juta yen (lebih dari 11.000 dolar AS) akibat transaksi tidak sah berulang dalam dua hari.

Dampak yang Sudah Terasa

Kerugian tidak berhenti pada data yang bocor. Seorang pelanggan GMO yang diwawancarai NHK menyatakan kehilangan sekitar 1,8 juta yen akibat transaksi tidak sah yang terjadi berulang kali dalam dua hari. Ia masih khawatir karena peretas juga mengancam akan menyebarkan riwayat penjelajahan web dan data lain ke kerabat serta kenalannya.

Laporan lain menyebutkan sebuah akun trading menunjukkan kerugian sekitar 4,15 juta yen hanya dalam dua detik. Angka-angka ini belum tentu mewakili seluruh korban, karena GMO masih melakukan verifikasi.

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa lima perusahaan sekuritas dan forex yang menggunakan infrastruktur GMO telah melaporkan dampak serupa kepada otoritas.

Langkah yang Diminta GMO

GMO telah mengeluarkan panduan konkret bagi pelanggan yang mungkin terdampak:

Putuskan koneksi dan matikan perangkat. GMO meminta pengguna untuk membackup data, memisahkan perangkat dari jaringan, dan mematikan daya.

Ganti kredensial. Jika Anda menggunakan layanan yang terdampak, ubah kata sandi akun dan kredensial alat trading segera, menggunakan perangkat yang tidak digunakan untuk trading pada layanan yang terdampak.

Aktifkan autentikasi dua faktor pada akun trading dan layanan terkait.

Waspadai phishing. GMO menegaskan tidak akan pernah meminta kata sandi atau informasi kartu kredit melalui email atau telepon.

GMO juga menyatakan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang mengalami kerugian trading yang terverifikasi, serta pembayaran goodwill sebesar 5.000 yen kepada seluruh pengguna Onamae Desktop Cloud. Bagi pelanggan yang data pribadinya terkonfirmasi dipublikasikan, GMO mempertimbangkan kompensasi tambahan hingga 3 juta yen.

Apa yang bisa dilakukan pemilik usaha kecil

Audit ulang siapa yang memegang kredensial usaha Anda. Jika Anda menggunakan jasa pihak ketiga untuk hosting, pembayaran, atau alat operasional, tanyakan bagaimana mereka menyimpan dan melindungi kredensial. Kebocoran di vendor adalah kebocoran di usaha Anda.

Pisahkan kredensial antar layanan. Jangan gunakan kata sandi yang sama untuk email, toko online, dan rekening pembayaran. Jika satu layanan bocor, yang lain tetap aman.

Aktifkan autentikasi dua faktor di semua layanan yang menyediakannya. Ini adalah langkah paling murah dan paling efektif untuk mengurangi risiko pengambilalihan akun.

Siapkan prosedur jika terjadi insiden. Siapa yang harus dihubungi, bagaimana memberi tahu pelanggan, dan bagaimana melanjutkan operasional sementara. Usaha kecil sering tidak memiliki rencana ini sampai insiden terjadi.

Yang Masih Belum Jelas

Hingga berita ini ditulis, GMO belum mengonfirmasi secara rinci bagaimana peretas bisa masuk ke infrastruktur mereka. Perusahaan juga belum memberikan jumlah pasti pelanggan yang datanya telah dipublikasikan, dan belum ada konfirmasi resmi mengenai total kerugian finansial yang dialami pelanggan.

Yang jelas, keputusan GMO untuk tidak membayar tebusan memiliki konsekuensi yang sudah diperkirakan: data mulai tersebar. Bagi pelanggan, satu-satunya langkah yang tersisa adalah mengurangi dampak: mengganti kredensial, memantau transaksi, dan tidak memperluas penyebaran data yang sudah bocor.

Baca liputan lengkap insiden GMO

NHK World Japan merinci kronologi, tuntutan tebusan, dan dampak yang dilaporkan pelanggan.

Buka berita NHK

Kembali ke indeks blog