Miniwebby Arcelion Semua artikel

GoTo Rilis AI Bahasa Indonesia Gratis 27 Miliar Parameter: Apa Artinya bagi Bisnis Kecil?

GoTo membuka model AI 27 miliar parameter secara gratis, paham Bahasa Indonesia dan empat bahasa daerah. Bisnis kecil bisa menjalankannya di server sendiri tanpa biaya API.

2026-10-234 menit bacaTim Miniweb

GoTo Rilis AI Bahasa Indonesia Gratis 27 Miliar Parameter: Apa Artinya bagi Bisnis Kecil?

Model 27 Miliar Parameter yang Dibagikan Gratis

Pada 19 Oktober 2026, di sela Bali Tech Week, GoTo mengumumkan sesuatu yang jarang dilakukan perusahaan teknologi besar di Indonesia: membuka model bahasa besar miliknya secara gratis untuk publik.

Model itu bernama GoTo-AI-Gemma-3-27B-IT. Ukurannya 27 miliar parameter, dilatih khusus untuk memahami Bahasa Indonesia dan empat bahasa daerah: Jawa, Sunda, Bali, dan Batak [citation:1][citation:6]. Siapa pun boleh mengunduhnya, memakainya, bahkan mengadaptasinya untuk kepentingan komersial.

Yang membuat pengumuman ini penting bukan hanya angkanya. Ini tentang siapa yang boleh memakai. Startup, pelaku usaha, kampus, peneliti, dan institusi publik semuanya disebut sebagai penerima manfaat. Tidak ada biaya langganan, tidak ada kontrak eksklusif.

27 M

Parameter model GoTo-AI

Dilatih dengan 65 miliar token, termasuk 10 miliar token bahasa daerah

Mengapa Model Global Tidak Selalu Cukup

Ada alasan teknis mengapa model buatan luar negeri sering kali terasa "kaku" saat dipakai dalam bahasa Indonesia sehari-hari.

Model global dilatih dengan data yang dominan bahasa Inggris. Mereka bisa menjawab pertanyaan formal, tetapi kesulitan menangkap singkatan seperti "gpp", "otw", atau "bgt". Mereka juga tidak mengenali perbedaan nuansa antara bahasa Jawa halus dan ngoko, atau bagaimana orang Batak menyingkat kata dalam percakapan sehari-hari.

CEO GoTo Hans Patuwo menyebut kesenjangan ini sebagai alasan utama pengembangan model lokal. "Model yang dirancang untuk penggunaan global belum tentu optimal dalam memahami kebiasaan berkomunikasi, singkatan sehari-hari, dan bahasa daerah yang digunakan masyarakat Indonesia," ujarnya.

GoTo mengatasi ini dengan melatih model menggunakan teks dari mitra media, situs publik, dan data bahasa daerah. Untuk bahasa Batak, mereka bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara. Hasilnya, model ini diklaim meraih skor tertinggi pada setiap bahasa daerah yang diuji dibandingkan model open-source sejenis di kelasnya.

Catatan

Klaim keunggulan tersebut berasal dari pengujian internal GoTo. Rincian tolok ukur, skor, dan daftar model pembanding tidak dirinci dalam keterangan peluncuran, sehingga perlu dibaca sebagai klaim perusahaan hingga ada verifikasi independen.

Apa yang Bisa Dilakukan Bisnis Kecil dengan Model Ini

Pertanyaan praktisnya: jika model ini gratis, apa yang bisa dilakukan pemilik usaha kecil dengannya?

Menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis. Model ini bisa dijalankan di server sendiri, tanpa mengirim data pelanggan ke cloud pihak ketiga. Bagi usaha yang sensitif terhadap privasi data, ini penting.

Merangkum dokumen dan laporan. Model 27 miliar parameter cukup besar untuk menangani peringkasan teks panjang, menerjemahkan dokumen, atau mengekstrak informasi dari kontrak dan faktur.

Membangun fitur percakapan berbahasa Indonesia. Jika Anda punya aplikasi atau situs web, model ini bisa menjadi dasar chatbot yang memahami bahasa pelanggan Anda, bukan hanya bahasa buku teks.

Menjalankan tanpa biaya API. Ini poin yang paling konkret. Layanan AI berbayar menagih per token. Dengan model yang dijalankan sendiri, biaya operasional terbatas pada listrik dan perangkat keras. GoTo menyebut model ini bisa berjalan di satu GPU Nvidia A100 80GB, atau bahkan versi terkompresinya di kartu grafis konsumen kelas atas.

Kebutuhan perangkat keras untuk menjalankan model
  • Presisi penuh (FP16/BF16): sekitar 54–60 GB VRAM. Rekomendasi: 1x NVIDIA A100 80GB, atau 2x NVIDIA L40s, atau 3x NVIDIA RTX 4090 [citation:6].
  • Versi terkompresi: dapat berjalan di satu kartu grafis konsumen kelas atas, dengan potensi penurunan akurasi.
  • Model tersedia di Hugging Face dengan nama GoToCompany/GoTo-AI-Gemma-3-27B-IT.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memakai

Meskipun gratis, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum menjadikannya fondasi produk atau layanan.

Lisensi. Model ini menggunakan Gemma License, bukan lisensi open-source penuh seperti Apache atau MIT. Artinya, ada ketentuan penggunaan yang perlu dibaca, terutama jika Anda berencana memodifikasi dan mendistribusikan ulang model.

Kebutuhan infrastruktur. "Gratis" bukan berarti tanpa biaya. Menjalankan model 27 miliar parameter membutuhkan perangkat keras yang tidak murah. Jika Anda tidak memiliki server GPU, biaya sewa cloud bisa tetap signifikan.

Klaim performa perlu diuji sendiri. GoTo mengklaim model ini unggul dalam bahasa daerah. Namun setiap penggunaan memiliki karakteristik data yang berbeda. Uji dengan data Anda sendiri sebelum mengandalkannya untuk keputusan bisnis.

Tips

Jika Anda tertarik mencoba, mulai dari versi terkompresi yang lebih ringan. Uji dengan 20–30 contoh percakapan nyata dari bisnis Anda. Jika hasilnya memadai, pertimbangkan investasi perangkat keras atau sewa server.

Langkah Kecil yang Realistis

Tidak semua bisnis kecil perlu menjalankan model AI sendiri. Banyak yang tetap akan memakai layanan berbayar karena lebih praktis.

Namun keberadaan model seperti ini mengubah peta pilihan. Sekarang ada alternatif yang: gratis, berbahasa Indonesia, bisa dijalankan sendiri, dan tersedia untuk diunduh publik. Bagi usaha yang ingin mengurangi ketergantungan pada layanan asing, atau yang memiliki kekhawatiran privasi data, ini adalah pintu yang sebelumnya tertutup.

Bagi yang lain, setidaknya ini menjadi pembanding. Ketika tagihan layanan AI bulanan terasa membengkak, Anda tahu bahwa ada opsi lain yang bisa dieksplorasi.

Langkah paling masuk akal: buka halaman model di Hugging Face, baca lisensinya, dan lihat apakah kebutuhan bisnis Anda cocok dengan kemampuan dan biaya yang ditawarkan. Tidak perlu langsung memutuskan. Cukup tahu bahwa pilihannya sekarang lebih dari satu.

Kembali ke indeks blog