ICANN87 Digelar di Bali, Aksara Bali Resmi Jadi Alamat Web Global
ICANN87 menjadi pertemuan publik ICANN pertama di Indonesia. PANDI mengumumkan domain beraksara Bali resmi terintegrasi ke internet global, disusul aksara Sunda, Jawa, dan Batak.
2026-10-254 menit bacaTim Miniweb

Tonggak yang Tertunda
Indonesia akhirnya menjadi tuan rumah pertemuan publik ICANN. Annual General Meeting ke-87 digelar di Nusa Dua, Bali, pada 17–22 Oktober 2026, diselenggarakan bersama PANDI dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital dan Pemerintah Provinsi Bali.
Ini bukan sekadar acara seremonial. ICANN adalah organisasi yang mengoordinasikan sistem nama domain dan alamat IP dunia. Selama enam hari, lebih dari 200 sesi kerja membahas keamanan DNS, mitigasi penyalahgunaan domain, hingga perluasan pilihan domain melalui program New gTLD.
Yang membuat pertemuan ini relevan bagi pembaca Miniweb bukanlah nama-nama besar yang hadir, melainkan satu keputusan yang menyentuh langsung identitas digital Indonesia: aksara Bali resmi menjadi bagian dari alamat internet global.
Aksara Bali di Alamat Web
PANDI mengumumkan bahwa aksara Bali telah memenuhi protokol Internationalized Domain Name (IDN). Artinya, aksara tersebut tidak lagi hanya ditemui di manuskrip lontar atau papan nama jalan, tetapi dapat digunakan sebagai bagian dari alamat website.
Domain yang digunakan adalah ᬩᬮᬶ.id, yang beroperasi sebagai Second-Level Domain di bawah ccTLD Indonesia, bukan sebagai Top-Level Domain utama. Peluncurannya dilakukan pada Desember 2025, dan pada 2026 telah tersedia bagi masyarakat umum.
Ketua PANDI Isnawan Aslam menyatakan bahwa nama domain bukan sekadar alamat teknis. "Kehadiran IDN Bali menunjukkan bahwa ketika aksara daerah terus diajarkan, digunakan, dan didukung oleh kebijakan yang kuat, teknologi dapat membuka ruang baru bagi kelanjutannya," ujarnya.
Fondasi hukumnya sudah ada sejak lama. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 mewajibkan pelindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali di ruang publik. Yang baru adalah perluasan ruang publik itu: dari jalan dan papan nama, kini ke internet.
1,43 juta
Domain.id terdaftar
Hingga Desember 2025, tertinggi di Asia Tenggara
Bukan Hanya Bali
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut bahwa domain beraksara Bali akan disusul oleh aksara Sunda, Jawa, dan Batak. Jika rencana ini berjalan, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan jumlah IDN berbasis aksara daerah terbanyak di dunia.
Bagi pemilik usaha kecil, implikasi praktisnya bertahap. Menggunakan domain beraksara daerah belum tentu cocok untuk semua jenis usaha. Tetapi keberadaan opsi ini penting untuk usaha yang menjual produk budaya, kuliner khas daerah, atau jasa yang menonjolkan identitas lokal. Domain beraksara daerah memberi pembeda yang tidak bisa ditiru oleh nama generik berbahasa Inggris.
Yang perlu dicatat: dukungan Universal Acceptance belum merata. Tidak semua aplikasi, browser, atau layanan email dapat memproses alamat dengan aksara non-Latin dengan benar. PANDI dan Universitas Udayana telah membahas roadmap implementasi di forum ICANN87, tetapi adopsi penuh membutuhkan waktu.
Mengapa ICANN87 penting untuk Indonesia
Pertemuan ini semula dijadwalkan di Muscat, Oman. Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat ICANN memindahkan lokasi ke Bali pada Juni 2026.
Bagi PANDI, menjadi tuan rumah adalah validasi atas rekam jejak pengelolaan domain.id. Hingga akhir 2025, jumlah domain.id terdaftar mencapai 1.431.960, tertinggi di Asia Tenggara untuk ccTLD.
Bagi pemerintah, forum ini menjadi panggung untuk menunjukkan komitmen pada keamanan digital. Menkomdigi Meutya Hafid menyebut bahwa hingga Oktober 2026, lebih dari 4,2 juta konten terkait judi online telah ditindak.
Yang Tidak Selesai dalam Enam Hari
ICANN87 menghasilkan diskusi, bukan keputusan yang langsung mengubah operasional usaha kecil. Domain beraksara Bali sudah tersedia sebelum forum ini digelar; ICANN87 hanya menjadi panggung pengumumannya ke komunitas global.
Pertanyaan yang tersisa lebih mendasar: apakah Universal Acceptance akan benar-benar berjalan di tingkat aplikasi? Tanpa dukungan dari penyedia email, browser, dan platform e-dagang, domain beraksara daerah hanya akan menjadi pencapaian teknis yang jarang dipakai.
Bagi pemilik usaha kecil yang tertarik, langkah paling praktis adalah memeriksa apakah layanan yang digunakan sehari-hari—email, toko online, sistem pembayaran—sudah dapat menerima alamat dengan aksara non-Latin. Jika belum, domain beraksara daerah lebih tepat diposisikan sebagai identitas tambahan, bukan pengganti domain utama.
Baca siaran pers resmi PANDI tentang ICANN87
PANDI merinci agenda, pernyataan lengkap, dan konteks penyelenggaraan ICANN87 di Bali.
Buka siaran pers PANDI