Internet Bandung Mati, 9.662 Pelanggan Terdampak dan Tenggat Besok Mustahil Dipenuhi
APJII Jawa Barat mencatat 9.662 pelanggan internet di Bandung masih terputus akibat penertiban kabel. Data baru dari enam operator, tenggat pemulihan berakhir 26 Oktober.
2026-10-254 menit bacaTim Miniweb

Angka yang Baru Terbaca Sebagian
Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Barat mencatat 9.662 pelanggan internet di Kota Bandung masih kehilangan koneksi akibat penertiban kabel serat optik oleh Pemerintah Kota Bandung. Hingga Minggu, 25 Oktober 2026, layanan mereka belum pulih sepenuhnya, sementara tenggat pemulihan yang diberikan berakhir pada 26 Oktober—tersisa satu hari.
Angka ini bukan gambaran utuh. Data 9.662 pelanggan baru dihimpun dari enam operator, atau sekitar seperempat dari total puluhan penyedia jasa internet yang beroperasi aktif di Bandung. Artinya, skala gangguan sebenarnya berpotensi jauh lebih besar.
Ketua Badan Pengurus APJII Jawa Barat, Geary M. Fherza, menilai tenggat dua pekan yang diberikan Pemkot Bandung tidak akan cukup. "Dari sisi resource orang yang mengerjakan dan permit pengerjaan juga membuat recovery jaringan menjadi tidak mudah dan tidak dapat dilakukan secara cepat," kata Geary.
9.662
Pelanggan masih terputus
Data dari enam operator, sekitar seperempat dari total ISP di Bandung
Dari Mana Gangguan Ini Berasal
Gangguan bermula dari program penataan kabel udara telekomunikasi ke bawah tanah yang dijalankan Pemkot Bandung sejak 2 Juni 2026. Program ini menargetkan 85 ruas jalan utama, dan hingga Oktober, 65 ruas telah ditangani.
Pemkot sebenarnya telah memberikan tiga kali surat peringatan kepada operator, masing-masing pada Maret, April, dan Mei 2026. Kepala Diskominfo Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, menyatakan banyaknya keluhan menjadi bukti bahwa provider belum siap menurunkan kabel udara mereka.
Namun APJII melihat persoalan dari sisi lain. Geary menegaskan asosiasi mendukung program penataan estetika kota. Yang disorot adalah eksekusi di lapangan. "Ini seharusnya menjadi catatan untuk pemerintah kota dalam mengeksekusi suatu kebijakan," ujarnya.
Wilayah yang masih terdampak tersebar di koridor utama: Jalan Sudirman, Rajawali, hingga Kebon Jati. Laporan Diskominfo sebelumnya juga menyebut Antapani Lama, Babakan Surabaya, Antapani Kidul, Arcamanik, Sukamiskin, Kebon Waru, dan Cisaranten.
Jeda 14 Hari yang Tidak Cukup
Pemkot Bandung sebenarnya telah menghentikan sementara penertiban kabel selama 12–26 Oktober 2026. Jeda ini dimaksudkan agar operator bisa memulihkan layanan sebelum penertiban kembali dilanjutkan pada 27 Oktober.
Namun hingga sehari sebelum tenggat, ribuan pelanggan masih terputus. APJII menyebut pemulihan terhambat oleh keterbatasan tenaga kerja dan perizinan pengerjaan, bukan hanya kesiapan infrastruktur pengganti.
Yang juga perlu dicatat: angka 9.662 bukan akhir dari pendataan. Jika enam operator saja menghasilkan angka itu, total pelanggan terdampak dari seluruh ISP di Bandung bisa jauh lebih tinggi.
Dampak bagi Usaha Kecil
Bagi pemilik usaha kecil di Bandung yang bergantung pada internet—toko online, kafe dengan pembayaran digital, jasa pengiriman, atau pekerja lepas—gangguan ini bukan sekadar ketidaknyamanan. Koneksi yang terputus berarti pesanan tidak masuk, pembayaran gagal diproses, dan komunikasi dengan pelanggan terhenti.
APJII sendiri menyebut internet sebagai "kebutuhan pokok bagi masyarakat" dan meminta Pemkot membuka ruang dialog yang lebih efektif. Dalam skala usaha kecil, dampak seperti ini sering tidak terhitung dalam statistik, tetapi langsung terasa pada pendapatan harian.
Kronologi singkat
2 Juni 2026: Program penataan kabel udara dimulai, menargetkan 85 ruas jalan utama.
Maret–Mei 2026: Pemkot Bandung mengirim tiga surat peringatan kepada operator yang belum menurunkan kabel.
12 Oktober 2026: Penertiban kabel dihentikan sementara selama 14 hari, hingga 26 Oktober.
25 Oktober 2026: APJII Jabar mencatat 9.662 pelanggan masih terputus dari enam operator.
26 Oktober 2026: Tenggat pemulihan berakhir. Penertiban dijadwalkan berlanjut 27 Oktober.
Yang Perlu Dilihat Setelah 26 Oktober
Jika penertiban kembali berjalan pada 27 Oktober sementara layanan belum pulih sepenuhnya, risiko gangguan baru tetap terbuka. APJII meminta koordinasi yang lebih tuntas sebelum pemotongan kabel dilanjutkan.
Bagi pelanggan yang masih terdampak, langkah paling praktis adalah menghubungi penyedia layanan masing-masing untuk meminta perkiraan waktu pemulihan. Pemkot Bandung menyatakan akan terus berkoordinasi dengan operator selama periode pemulihan.
Yang lebih penting untuk jangka panjang: apakah kejadian ini akan mengubah cara pemkot mengeksekusi kebijakan infrastruktur yang menyentuh layanan publik. Tanpa evaluasi, pola yang sama bisa terulang di ruas jalan berikutnya.
Baca liputan lengkap dampak penertiban kabel
Bisnis Tekno merinci angka pelanggan terdampak, kendala operator, dan respons APJII Jawa Barat.
Buka berita Bisnis Tekno