OpenAI Klaim AI-nya Bantah Hipotesis 30 Tahun, Ilmuwan: "Ini Mengejutkan, tapi Belum Terverifikasi"

OpenAI mengumumkan tiga temuan ilmiah dari model AI internalnya, termasuk pembuktian bahwa Exponential Time Hypothesis salah. Verifikasi independen masih berjalan, dan belum ada kesimpulan resmi.

2026-10-275 menit bacaTim Miniweb

OpenAI Klaim AI-nya Bantah Hipotesis 30 Tahun, Ilmuwan: "Ini Mengejutkan, tapi Belum Terverifikasi"

Tiga Klaim dalam Satu Pengumuman

Pada 26 Oktober 2026, OpenAI mengumumkan bahwa model AI internalnya menghasilkan bukti yang diklaim menyelesaikan masalah lama di tiga bidang: matematika, ilmu komputer, dan fisika teoretis.

Klaim pertama menyentuh fondasi ilmu komputer. OpenAI menyatakan modelnya membantah Exponential Time Hypothesis (ETH), sebuah asumsi yang bertahan sejak 1999 dan menjadi dasar ratusan makalah tentang batas komputasi. ETH pada dasarnya menyatakan bahwa untuk beberapa masalah logika, tidak ada cara menyelesaikannya secara cepat saat ukuran masalah bertambah besar. Jika klaim OpenAI benar, asumsi itu tidak lagi berlaku.

Klaim kedua berada di matematika. Model OpenAI disebut membuktikan local smoothing conjecture yang diajukan pada 1991, tentang perilaku gelombang saat terfokus. Bukti ini, menurut OpenAI, juga menyelesaikan Kakeya conjecture dan Stein's restriction conjecture di semua dimensi.

Klaim ketiga berada di fisika. OpenAI menyatakan modelnya menghasilkan bukti eksistensi untuk teori medan kuantum empat dimensi, termasuk Quantum Chromodynamics (QCD) dan versi lengkap Model Standar. Sebagai sub-masalah, bukti eksistensi pure Yang-Mills theory juga diklaim selesai—bagian dari salah satu Millennium Prize Problems.

3

Klaim ilmiah dalam satu hari

Matematika, ilmu komputer, dan fisika teoretis

Mengapa ETH Begitu Penting

ETH bukan hipotesis pinggiran. Ia digunakan di berbagai bidang—dari teori graf, biologi komputasi, hingga basis data—untuk menunjukkan bahwa suatu masalah memang sulit diselesaikan secara komputasi. Jika ETH salah, banyak kesimpulan tentang batas komputasi yang dibangun di atasnya kehilangan pijakan.

Fedor Fomin, peneliti di University of Bergen, menyebut klaim ini sebagai kejutan total. "Tidak ada orang yang saya kenal menduga ini akan terjadi," katanya. Leslie Goldberg dari University of Oxford menambahkan bahwa jika terkonfirmasi, ini adalah terobosan besar.

Namun Goldberg juga menegaskan satu hal penting: membantah ETH tidak berarti membuktikan bahwa P sama dengan NP. Keduanya terkait, tetapi tidak identik. Klaim OpenAI tidak menyelesaikan pertanyaan paling terkenal di ilmu komputer itu.

Verifikasi: Siapa yang Memeriksa

OpenAI tidak meminta publik percaya begitu saja. Untuk klaim ETH, mereka menyerahkan verifikasi kepada tim yang dipimpin Russell Impagliazzo dan Ramamohan Paturi dari UC San Diego—dua ilmuwan yang pertama kali mengajukan ETH—bersama Ryan Williams dari MIT.

Tim tersebut telah merilis surat terbuka yang menyatakan bahwa keterlibatan mereka bukan bentuk endorsement. "Hasil sebesar ini membutuhkan pemeriksaan yang cermat dan independen," tulis mereka. OpenAI juga diminta mempublikasikan seluruh data mentah dan mendanai konferensi untuk komunitas riset. Menurut Williams, OpenAI menyetujui keduanya.

Untuk fisika, verifikasi dipimpin David Gross, peraih Nobel Fisika 2004. Berbeda dari ETH dan matematika, OpenAI memutuskan tidak mempublikasikan keluaran AI untuk fisika. Tim Gross memilih menulis makalah mereka sendiri terlebih dahulu.

Untuk matematika, OpenAI mempublikasikan bukti natural language dan versi Lean di GitHub. Lean adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan komputer memverifikasi validitas langkah-langkah pembuktian.

Yang Perlu Dipahami Sebelum Terlalu Antusias

Ada beberapa lapisan yang perlu dibedakan antara "AI menghasilkan bukti" dan "klaim itu benar."

Lean memverifikasi logika, bukan premis. Lean dapat memastikan bahwa kesimpulan mengikuti dari premis yang diberikan. Tetapi Lean tidak dapat memastikan bahwa premis yang dipakai benar-benar merepresentasikan masalah yang dimaksud. Di sinilah manusia diperlukan.

Belum ada verifikasi independen yang selesai. Hingga berita ini ditulis, tim verifikasi ETH masih bekerja, tim fisika belum mempublikasikan apa pun, dan belum ada pernyataan resmi dari komunitas matematika bahwa bukti Kakeya versi OpenAI telah diterima.

Kredit dan otoritas interpretasi masih menjadi persoalan. Magnus Wahlström dari Royal Holloway menyebut fenomena ini sebagai "matematika yang dilakukan lewat siaran pers," dan mengkhawatirkan bahwa model proprietari dapat tiba-tiba membalikkan pekerjaan peneliti yang sudah berbulan-bulan. OpenAI sendiri mengakui bahwa memilih "shepherd" pertama menentukan siapa yang mendapat akses lebih dulu dan menciptakan asimetri informasi.

Kronologi klaim dan verifikasi

9 September 2026: Model OpenAI menghasilkan bukti natural language untuk eksistensi Yang-Mills.

18 September 2026: Model menghasilkan bukti untuk QCD.

16 Oktober 2026: Model menemukan disproof ETH dalam natural language.

17 Oktober 2026: Disproof ETH diformalkan di Lean.

18 Oktober 2026: Model menghasilkan bukti local smoothing conjecture.

19 Oktober 2026: Bukti local smoothing diformalkan di Lean.

26 Oktober 2026: OpenAI mengumumkan ketiga hasil dan menyerahkan verifikasi kepada tim independen.

Status saat ini: Verifikasi berjalan. Fisika belum dipublikasikan.

Pelajaran untuk Pembaca Non-Akademis

Bagi pemilik usaha atau pembaca yang tidak berkecimpung di dunia riset, kisah ini mungkin terasa jauh. Namun ada satu prinsip yang berlaku universal: klaim besar membutuhkan verifikasi yang setara besarnya.

OpenAI melakukan hal yang benar dengan menyerahkan verifikasi kepada pihak independen, termasuk kepada dua ilmuwan yang mengajukan hipotesis yang diklaim dibantah. Tetapi sampai verifikasi itu selesai, klaim tersebut tetap berstatus klaim, bukan fakta.

Dalam konteks usaha kecil, prinsip yang sama berlaku saat membaca berita tentang alat AI baru, platform yang menjanjikan pertumbuhan instan, atau vendor yang mengklaim hasil luar biasa. Bertanya "siapa yang sudah memverifikasi ini secara independen" adalah kebiasaan yang menyelamatkan dari keputusan mahal.

Baca penjelasan resmi OpenAI dan verifikasi eksternal

OpenAI mempublikasikan bukti matematika dan ETH di GitHub. New Scientist merangkum reaksi komunitas ilmuwan terhadap klaim ini.

Buka liputan New Scientist

Kembali ke indeks blog