QRIS Tumbuh 75%: Apa Artinya bagi Pedagang Kecil dan Konsumen?
Transaksi QRIS melonjak 75,8% pada kuartal III 2026, dengan 70,6 juta pengguna dan 49,4 juta merchant. Apa dampak nyatanya bagi pedagang kecil?
2026-10-234 menit bacaTim Miniweb
Angka di Balik Layar Pembayaran Digital
Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 18,09 miliar transaksi pada kuartal III 2026. Angka ini tumbuh 39,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di antara semua instrumen pembayaran digital, QRIS mencatat pertumbuhan paling tinggi. Volume transaksinya tumbuh 75,80% secara tahunan. Jumlah pengguna QRIS kini mencapai 70,6 juta, sementara jumlah merchant yang menerimanya mencapai 49,4 juta.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada perubahan kebiasaan: pembeli yang tidak lagi menyiapkan uang tunai, dan pedagang yang mulai mencatat pemasukan secara digital.
75,8%
Pertumbuhan volume transaksi QRIS
Kuartal III 2026, dengan 49,4 juta merchant dan 70,6 juta pengguna
Mengapa Pedagang Kecil Beralih ke QRIS
Bagi pedagang, manfaat paling langsung adalah kecepatan. Tidak perlu mencari uang kembalian, tidak perlu khawatir uang palsu, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Dana langsung berpindah dari rekening pembeli ke saldo pedagang secara terenkripsi.
Manfaat kedua adalah pencatatan. Masalah klasik pedagang kecil adalah keuangan usaha yang bercampur dengan uang pribadi. Dengan QRIS, setiap transaksi terekam dalam riwayat digital. Data ini bisa dipakai untuk melihat pola penjualan, mengelola stok, atau bahkan mengajukan pinjaman modal ke bank.
Manfaat ketiga baru terasa dalam jangka panjang: rekam jejak kredit. UMKM yang selama ini dianggap "unbankable" karena tidak punya riwayat keuangan formal, kini memiliki bukti transaksi yang bisa dipakai untuk menilai kelayakan usaha mereka.
Tetapi, Tidak Semua Berjalan Mulus
Pertumbuhan merchant QRIS memang pesat. Namun, di lapangan, masih ada tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Sebagian pedagang di pasar tradisional masih menghadapi kendala pemahaman teknologi dan gangguan jaringan internet. Bagi mereka yang terbiasa dengan uang tunai, beralih ke QRIS bukan sekadar memasang kode di lapak, tetapi juga belajar membaca notifikasi pembayaran dan memastikan dana masuk.
Persoalan lain adalah pencairan dana. Pedagang membutuhkan modal yang cepat berputar untuk membeli stok dagangan. Jika pencairan dana QRIS memakan waktu, perputaran modal bisa terhambat. Kecepatan pencairan menjadi perhatian Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, dan ini adalah hal yang perlu terus diperbaiki oleh penyedia layanan.
Catatan
Hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Sekitar 96,68% merchant tersebut adalah UMKM. Angka ini menunjukkan bahwa adopsi QRIS bukan hanya fenomena kota besar, tetapi sudah menyentuh lapisan usaha terkecil.
Kebijakan yang Mendorong Adopsi
Pemerintah tidak hanya mengandalkan imbauan. Sejak 1 Oktober 2026, kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) 0% diperluas. Merchant kategori kecil, menengah, dan besar kini tidak dikenakan potongan biaya untuk transaksi hingga Rp100.000. Sebelumnya, mereka dikenakan MDR 0,7%. Untuk merchant Usaha Mikro, MDR 0% tetap berlaku untuk transaksi hingga Rp500.000.
Kebijakan ini secara langsung menurunkan biaya transaksi bagi pedagang. Jika sebelumnya setiap transaksi Rp100.000 dipotong 0,7%, kini tidak ada potongan sama sekali untuk nominal tersebut. Bagi pedagang dengan volume transaksi tinggi, penghematannya bisa signifikan.
Tips
Jika Anda pedagang yang belum menerima QRIS, mulai dari yang paling sederhana: daftar melalui aplikasi bank atau dompet digital yang sudah Anda gunakan. Tidak perlu langsung memikirkan integrasi sistem. Yang penting, pembeli punya pilihan pembayaran.
Apa Artinya bagi Konsumen
Bagi pembeli, QRIS berarti tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. Pembayaran bisa dilakukan dari aplikasi apa pun yang mendukung QRIS, tidak terbatas pada satu bank atau satu dompet digital.
Namun, ada satu hal yang perlu diingat: pembayaran digital meninggalkan jejak. Setiap transaksi tercatat. Bagi sebagian orang, ini adalah kemudahan. Bagi yang peduli privasi, ini adalah hal yang perlu disadari.
Yang lebih penting, QRIS bukan pengganti uang tunai. Keduanya masih bisa digunakan berdampingan. Tidak perlu memaksa diri beralih sepenuhnya jika belum nyaman.
Langkah Berikutnya
Pertumbuhan 75,8% adalah angka yang besar. Tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah apakah pertumbuhan ini membawa manfaat nyata bagi pedagang kecil.
Jawabannya belum seragam. Ada pedagang yang omzetnya meningkat karena pembeli lebih mudah membayar. Ada juga yang masih kesulitan beradaptasi. Ada yang merasakan pencairan dana lancar, ada yang masih menunggu.
Yang bisa dilakukan sekarang: bagi pedagang, pastikan QRIS yang dipasang berasal dari penyedia resmi dan pahami cara pencairan dananya. Bagi konsumen, gunakan QRIS sesuai kebutuhan, bukan karena tekanan sosial. Bagi semua pihak, pantau apakah kebijakan MDR 0% benar-benar dinikmati pedagang kecil, atau hanya menjadi angka di siaran pers.
Pembayaran digital sudah menjadi bagian dari keseharian. Tugas berikutnya adalah memastikan bahwa manfaatnya sampai ke lapisan usaha yang paling kecil, bukan hanya ke mereka yang sudah mapan.